Sabtu, 01 Oktober 2011

PANCOBANE URIP

     Kok koyo ngene abot sanggane
Yen lagi dadi wong ora nduwe

Tak rewangi bendino nyambut gawe rekoso
Nanging kayane ra sepiroTansah nelongso rasaning atiku
Yen aku kelingan marang sliramu
Wis semono suwene anggonku mikir kowe
Tansah agawe bingung atiku

        Rino klawan wengi aku tansah memuji
       Memuji marang kersane Gusti
        Mugo kang kuoso enggal maringi margo
     Kowe lan aku biso urip mulyo

TIPS MERAWAT KULIT SENSITIF

      Perempuan dengan kulit sensitif biasanya memerlukan perawatan kulit yang lebih intensif dibandingkan mereka yang berkulit normal. Jika kurang telaten merawat, kulit menjadi mudah memerah, gatal, terbakar,sampai mengelupas.

Menurut ahli kulit di Miami, Marianna Blyumin-Karasik, M.D. perempuan dengan kulit sensitif memiliki sistem kekebalan hiperaktif, yang dapat membaca produk tertentu atau kondisi cuaca sebagai musuh dan melawan mereka sebagai benda asing.

Hindari sejumlah komponen berikut ini jika Anda memiliki kulit sensitif:

1. Parfum
Yang nikmat bagi hidung Anda belum tentu baik bagi kulit. Parfum adalah penyebab alergi kosmetik nomor satu. Aroma jeruk, bunga, sampai mint dapat menjadi penyebab kulit bermasalah. Jadi, pilih produk kecantikan atau pembersih rumah tangga tanpa kandungan parfum.

2. Zat kimia dalam pembersih wajah
Agen pembersih yang terkandung di dalam sabun dan produk pembersih, yang dikenal sebagai surfaktan, bisa berakibat buruk pada kulit sensitif. Sodium lauryl sulfate adalah pengemulsi keras yang ditemukan dalam sabun tubuh, pembersih wajah, dan sabun. Zat ini membersihkan kotoran dari kulit, namun merusak lipid yang berharga, yakni lem yang menyatukan sel-sel kulit dan menjaga kulit dari kekeringan serta kerusakan.

3. Zat kimia dalam make up
Ultramarine blue, suatu pigmen yang umum ditemukan di dalam eye shadow, dapat sedikit mengganggu kulit sensitif. Apabila Anda bermasalah dengan pigmen ini, coba menggunakan eye shadow dengan nuansa netral seperti krem atau cokelat, yang mengandung lebih sedikit pigmen kimia yang mengiritasi kulit.

GERABAH ENTIK

       Indonesia nan kaya ragam budaya sudah sejak dulu menjadi perhatian para pecinta seni di dunia. Produk kesenian dari berbagai daerah yang bermacammacam bentuknya kerap jadi incaran wisatawan lokal maupun mancanegara.

Tak heran jika produk kesenian khas di beberapa daerah menjadi tumpuan mata pencarian masyarakatnya. Di Desa Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), misalnya, kerajinan gerabah bermotif etnik menjadi andalan para penduduknya. Bahkan,desa ini menjadi pusat industri kerajinan gerabah terkenal di Pulau Lombok dan sekitarnya.

Gerabah asal daerah ini tidak hanya dikenal di dalam negeri namun juga telah berhasil menembus pasar Asia hingga Amerika dan Eropa. Berkembangnya desa yang berlokasi sekitar 14 kilometer (km) di bagian selatan Kota Mataram, NTB, sebagai sentra industri gerabah lantaran warganya sejak 1980-an sudah mulai mengembangkan kerajinan berbahan baku tanah liat atau lempung.

Tingginya minat para wisatawan terhadap kerajinan gerabah lokal pun dimanfaatkan dengan baik oleh penduduk setempat. Sambil melestarikan seni budaya,mereka kini mampu memperoleh keuntungan tak sedikit dari hasil memproduksi kerajinan tersebut. Salah satu perajin gerabah yang hingga saat ini masih melestarikan tata cara pembuatan dari leluhurnya adalah Haji Anwar.

Bermula dari ketertarikannya terhadap kerajinan gerabah dan minat yang besar wisatawan terhadap produk ini,dia memutuskan untuk meninggalkan usaha lamanya sebagai petani dan beralih sepenuhnya menjadi perajin gerabah. Menurut Anwar, saat ini sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke Lombok tak hanya untuk menikmati keindahan alam,namun juga untuk mencari gerabah guna dijadikan cenderamata untuk dibawa ke daerah ataupun negara asalnya.

Kerajinan gerabah bahkan dijadikan salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Lombok. Bahkan, Desa Banyumulek pada akhirnya ditetapkan sebagai salah satu desa wisata andalan yang menyediakan cenderamata khas Pulau Lombok. “Banyak wisatawan yang saat itu mencari gerabah, sehingga saya mencoba untuk terjun ke usaha ini (gerabah),” kata pria berusia 60 tahunan ini.

Sebelum terjun di usaha kerajinan gerabah,Anwar dulunya adalah seorang buruh tani di daerahnya.Selain buruh tani,pria ramah ini juga sempat terjun di usaha jual-beli sapi. Namun, kejelian membaca peluang yang ada mendorongnya untuk mencoba usaha gerabah yang saat itu masih baru. Meski tidak memiliki dasar keterampilan membuat kerajinan gerabah,Anwar tetap semangat belajar secara autodidak dengan memperhatikan para perajin ketika menciptakan gerabah.

Setelah merasa yakin akan kemampuannya untuk membuat produk serupa, suami Hajah Roheini ini pada 1986-1987 akhirnya beralih ke bisnis seni kerajinan gerabah. Anwar bercerita, modal awal membangun usaha baru ini sekitar Rp600.000.Dana tersebut digunakan untuk membeli alat dan bahan baku. Sementara, dia bersama istri kemudian membuka artshop (gerai produk seni) di rumahnya yang berlokasi di Desa Banyumulek. Dia menuturkan, saat mengawali usaha ia cukup kesulitan karena baru merintis di bidang yang sama sekali baru.

Untuk bahan baku, Haji Anwar harus membawa tanah liat/lempung dari pegunungan yang ada di sekitar daerahnya dengan menggunakan gerobak lantaran waktu itu belum ada kendaraan. Tanah liat/lempung di daerah Banyumulek dikenal memiliki kualitas terbaik di Pulau Lombok karena memiliki kandungan pasir kuasa yang tinggi dan kaolin yang bagus.

Kelebihan lain adalah adanya sertifikat yang menyatakan bahwa tanah liat di sana tidak beracun sehingga gerabah aman digunakan untuk menyajikan makanan atau minuman. Hal-hal tersebut membuat hasil seni kerajinan gerabah dari daerah ini memiliki keunggulan tersendiri. Tanah liat atau lempung yang diperoleh haji Anwar diolah dalam berbagai bentuk maupun corak.

Haji Anwar menjelaskan,awalnya dia membuat produk kerajinan gerabah yang mudah, kemudian berkembang menjadi produk yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi. Gerabah yang dia buat di antaranya selao (gentong), dumang (anglo), kekete/- sigon (wajan), kemek (periuk), ceret,guci,dan tong sampah. Selain produk fungsional, Haji Anwar menghasilkan kerajinan dekorasi ruangan, seperti asbak, vas bunga, mangkuk, lampu tembok, maupun hiasan dinding.

Ada juga gerabahyangdihiasdengananyaman darisejeniskayurotan.Anyaman tersebut disebut Ketak Lombok. Harga kerajinan gerabah yang dibuat Haji Anwar bervariasi, disesuaikan dengan model gerabah dan tingkat kesulitan,mulai dari Rp20.000 hingga ratusan ribu. Misalnya, harga vas bunga yang berkisar Rp20.000 hingga Rp50.000. Kerajinan seni gerabah yang diproduksinya, selain dijual persatuan bagi wisatawan yang datang, juga dijual dalam partai besar disesuaikan dengan pesanan.

Jika pesanan banyak, Haji Anwar merekrut warga sekitar untuk membantunya. “Kami berdayakan warga untuk membuat gerabah kalau pesanan banyak,”jelas dia. Awalnya sebagian besar kerajinan gerabahnya untuk memenuhi pesanan dari pengusaha Senggigi. Dan, sekarang berkembang hingga dikirim ke luar Lombok, seperti ke Bali, Jakarta, Banten, Tangerang, dan Surabaya. Bahkan, produk kerajinannya juga pernah dipesan dalam partai besar ke Negeri Sakura.

Dalam partai besar, biasanya pemesan memberikan uang muka sebagai modal untuk pengerjaan gerabah. Penghasilan tertinggi yang sempat diperolehnya dari usaha kerajinan khas Lombok ini mencapai Rp50 juta per bulan. Sementara jika sepi, dia hanya bisa mengantongi rupiah antara Rp1–2 juta per bulan. ●jerna

KULINER

Bakpia Pathuk Kuliner Oleh-Oleh Khas Yogyakarta

Bakpia Pathuk Kuliner Oleh-Oleh Khas Yogyakarta
         Bakpia merupakan kuliner yang terbuat dari adonan tepung terigu dan minyak kelapa yang dalamnya diisi dengan campuran kacang hijau dengan gula lalu dipanggang. Bila anda sedang mengunjungi yogyakarta, jangan lupa oleh-oleh Bakpia, karena bakpia merupakan kuliner oleh-oleh khas yogyakarta ini.
Di Yogyakarta yang terkenal kuliner bakpianya adalah bakpia pathuk karena penjual ataupun pembuatnya berada di jalan Pathuk makanya diberi nama bakpia pathuk ( sekarang ini jalan pathuk telah berubah nama menjadi jalan K.S Tubun ). Di sepanjang jalan ini baik disisi kanan maupun sisi kiri terdapat produsen dan penjual bakpia pathuk ini. Dan untuk membedakan bakpia pathuk yang satu dengan bakpia pathuk yang lain maka para pedagang bakpia ini mengunakan nomor rumah masing-masing, seperti misalnya bakpia pathuk 25 yang telah beroperasi sejak tahun 1949 dan ada pula bakpia pathuk 75.
Untuk rasa kuliner bakpia pathuk ini relatif sama satu dengan yang lainnya, jadi jangan bingung. Tetapi para produsen bakpia disana menyediakan bakpia-bakpia untuk dicicipi lebih dahulu oleh pembeli, sehingga para pembeli dapat mencoba rasa bakpia yang ditawarkan, sehingga para pembeli dapat membeli bakpia yang sesuai dengan seleranya masing-masing.
Harga untuk kuliner bakpia ini relatif juga sama, biasanya bakpia dijual dalam kemasan kotak kecil yang berisi 20 buah bakpia dengan harga kurang lebih 17.500 rupiah saja. Adapula produsen yang menawarkan harga yang lebih mahal sedikit dan ada yang lebih murah sedikit.

KARNA MEREKA

Tersenyum untuk mereka bahagia demi mereka
Tertawa untuk mereka karena mereka 
Saat bibir lelah saat mata terpejam 
Saat terakhir melihat mereka ada 
Tak lama nafas terhenti ketika aliran darah menyempit 
Saat tak ada lagi senyum mereka ada aku 
Ada aku bahagia aku tertawa karena mereka karena mereka

Jumat, 30 September 2011

CERPEN......

Arti Persahabatan

Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...

“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.

“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. PlayStation!” jelas Judi dengan nada nyaring.

Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.

Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.

“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.

Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.

Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.

Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali lagi.

Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.

“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”

Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.

“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.

Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).

KEGIATAN DESAKUUU............

Kajar, Desa Pandai Besi Besar
Desa Kajar terkenal sebagai desa pandai besi, salah satu desa di kecamatan Wonosari, kabubaten Gunung kidul, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Produksi utamanya alat-alat pertanian. Desa tersebut terletak lokasi kurang lebih 30 kilometer arah ke tenggara dari kota Yogyakarta.

Sebenarynya secara administrasi pemerintah, tidak aDunhama "Desa Kajar". Area itu terdiri dari tiga dukuh, yaitu Kajar I,II,dan III dalam kelurahan Karangtengah. Namun orang-orang daerahnya menyebutkan area it "Desa Kajar" dengan kebiasaan.

Geografi desa tersebut daerah bukit dan komposisi sebagian besar tanahnya terdiri dari batu kapur. Tanahnya kering dan tidak subur. Daerahnya susah diimplementasikan irigasi sehingga produksi pertanian poko merupakan singkong sampai tahun 1980an.

Mungkin bisa dikatakana bahwa sebabnya sumber daya pertaniannya tidak cukup, industri pandai besi berkembang di Kajar secara altanatif. Dunham mendeskripsikan bahwa penduduk desa Kajar mengembangkan aktivitas pandai besi supaya mereka dapat pendapatannya secara stabil dan mengantisipasi gagalnya panen. Setiap saat penduduknya mengalami kelaparan beberapa bulan sebab gagal panen, bannyak petani mulai mengikuti aktivitas pandai besi.

Megingat definisi kerja beragam tergantung lingkugan, teknologi, dan tergantung yang dianggap sebagai "kebutuhan" (Wallman 1979, 7), pekerjaan pandai besi berkembang dengan alasannya batas akses sumber daya pertanian.
Alasan perkembangannya tidak hanya sumber daya. Tahun 1920an dua orang pindah ke Kajar dari desa lain di Wonosari. Salah satunya hanya pandai besi biasa tetapi mampu mendirikan perapen pertama di Kajar. Yang lain adalah pandai besi yang unggul membuat kris. Keterunannya kedua pendiri pandai besi tersebut belajar keahlian pandai besi secara generasi ke generasi. Di Jawa keterunan cakal bakal menahan hubungannya cakal bakal mereka dengan merayakan kuburannya (Koentjaraningrat 1985). Kalau di kasus Kajar, keterunan pendiri pandai besi juga merayakan kuburanya seperti sama, bahkan merayakan lebih ramai daripada pelakuannya cakal bakal.

Tambahan lagi selama period penjajahan Jepang, para pandai besi di Kajar disuruh oleh tentara Jepang untuk membuat bagian senjata dengan pakai bahan besi bekas. Dengan pengalaman ini, pandai besi di Kajar memperoleh ketrampilan yang tidak dipunyai pandai besi di desa lain. Oleh karnanya, pandai besi di Kajar bisa metnambah nilai tambahan di produkli melalui pekerjaannya.
Apalagi pandai besi di Kajar percaya bahwa orang yang memiliki nasib untuk menjadi pandai bedi adalah hanya penduduk Kajar, melainkan penduduk desa lain. Pekerja lelaki di Kajar mengidentifikasikan sendiri dengan pandai besi.


Perubahan Musim dan Kesinambungan Kerja

Pandai besi biasanya memproduksi alat-alat pertanian. Akan tetapi membuat peralatan jenisnya lain juga tergantung permintaan. Perbahan musin terjadi dalam permintaan atas alat-alat. Beberapa peralatan pertanian dibutuh pada saat-saat tertentu dalam daur penanaman padi. Sekop, cangkul, garu, dan mata bajak dibutuhkan selama musim tanam, alat-alat penyiang selama periode bertumbuh, dan pisau pemanen (ani-ani) atau arit selama musin panen. Biasanya, warga desa meDSCF1081mbeli alat-alat pertanian baru dan memperbaiki yang lama persis sebekum awal musim hujan, sehingga menciptakan satu lonjakan tajam permintaan. Pola itu berlanjut di wilayah-wilayah yang di sana terdapat satu musim tanam padi pada musim hujan, misalmya di kabubaten-kabubaten yang lebih kering atau bagian-bagian pulau tempat sistem irigasi tidak berkemban baik. Kebutuhan akan alat-alat pertukangan, di lain pihak, masih memuncak tajam dalam dua atau tiga bulan setelah panen pada musim hujan. Ini karena warga desa memiliki banyak uang tunai mereka untuk membangun dan memperbaiki rumah, dan cuaca cukup kering sehingga memungkinkan untuk pembangunan. Mungkin ada puncak-puncak lain berdasarkan aktivitas setempat. Misalnya penanbangan batu cenderung menjadi aktivitas pada musim kering karena lubang tambang dipenuhi air pada musim hujan. Di kabupaten-kabupaten tempat penambangun batu, kebutuhan akan baji, beliung, dan kapal meningkat pada awal musim kering. Meskipun kebutuhan banyak peralatan bersifat musiman, ada beberapa produk yang menunjukkan tingkat permintaan yang terus berlanjut, misalnya pisau dapur.