Jumat, 25 November 2011


MENERAPKAN DIRI BEKERJA DALAM TIM

Casual seperti advertising company. Hal ini tampak pada setiap seleksi penerimaan pegawai baru di perusahaan. Perusahaan selalu menyisipkan tes menggunakan focus group discussion di dalamnya, guna mengetahui sejauh mana calon pegawainya dapat berkontribusi dalam sebuah tim kerja (work team). Sementara untuk membina, melatih  dan membangun karakter team player, perusahaan kadang menggunakan media outbound. Karena pada faktanya, banyak orang gagal bekerja dalam sebuah tim, padahal sebagai seorang solo player kemampuannya tak diragukan lagi. Nah, bila Anda memutuskan untuk bekerja dalam sebuah tim, ada sejumlah kualifikasi yang perlu Anda miliki agar kualitas bintang dalam diri Anda menemukan jalannya. Berikut ini tips sukses bekerja dalam sebuah tim:
        1. Handal. Sebagai bagian dari tim, tunjukkan bahwa Anda bisa diandalkan. Apa pun tugas yang dibebankan selalu sesuai target yang ditetapkan. Apalagi bila kualitas yang dimiliki di atas rata-rata. Anggota tim yang andal bisa menumbuhkan keyakinan pada anggota tim lain dan kepada pimpinan. Bila kapabilitas itu tidak tampak, Anda akan dianggap sebagai beban penghambat kemajuan tim sehingga sangat mudah terdepak dari tim.
      2. Komunikatif Tim membutuhkan orang-orang yang bisa melontarkan gagasan secara jelas lugas dan dengan cara yang dapat diterima umum. Untuk sukses bekerja dalam tim, kemampuan berkomunikasi akan sangat membantu. Tentu saja masing-masing orang memiliki gaya berkomunikasi masing-masing. Artinya, bila Anda merasa kurang terampil menggunakan bahasa verbal, bisa diganti dengan bahasa visual dalam menyampaikan gagasan.
        3. Pendengar Aktif. Banyak orang suka berbicara, namun hanya sedikit yang memilik kemampuan mendegarkan. Apalagi menjadi pendengar aktif. Seorang pendengar aktif tak hanya berhenti pada tahapan menyerap informasi, namun mampu mengolahnya sehingga bisa memberi nilai lebih pada informasi yang didengarnya. Jadi, bila Anda selalu diam ketika anggota tim lainnya terlibat dalam sebuah diskusi, ada beberapa kemungkinannya. Anda akan dicurigai tidak mendengarkan; tidak mengerti permasalahan; atau memang tidak ingin terlibat. Jangan heran bila Anda lantas jarang dilibatkan dalam aktivitas tim.
       4. Pertisipasi Aktif. Orang yang aktif disukai tim. Sikap ini bisa terlihat dari gaya yang bersemangat dan menunjukkan keterlibatan tinggi dalam aktivitas yang dilakukan tim. Selalu berpartisipasi dalam segala upaya mencapai tujuan bersama, dari hal-hal sederhana hingga urusan yang menyangkut ‘hidup mati’ perusahaan. Pendekatannya selalu, “Apa yang bisa saya kontribusikan untuk kesuksesan tim?” Orang yang aktif tidak suka menunggu atau berpangku tangan. Diam tanpa melakukan apa-apa bisa membuatnya lebih stress ketimbang hidup berkubang tanggung jawab. Benaknya selalu dipenuhi inisiatif, bersemangat dan gagasan untuk mewujudkan kemajuan bersama.
      5. Suka Berbagi. Team Player dituntun untuk suka berbagi. Terutama untuk informasi, pengetahuan dan pengalaman yang memiliki kaitan dengan pekerjaan dan kemajuan tim, sebagai anggota tim, Anda diharapkan suka membagikannya. So, orang yang pelit ilmu, yang maunya ingin kelihatan hebat sendiri, tidak cocok menjadi team player. Bila Anda malas berbasa-basi atau meluangkan waktu khusus untuk berdiskusi langsung, manfaatkan saja teknologi. Bia chatting, milis kantor atau jalur lainnya.
        6. Kooperatif. Bersikap kooperatif atau bisa bekerja sama dengan anggota tim lainnya menjadi salah satu tuntutan utama. Dalam bekerja sama pun ia tidak pilih-pilih bulu dan sanggup mengesampingkan hal-hal pribadi untuk mencapai tujuan pekerjaan. Orang yang kooperatif biasanya tak hanya suka menolong orang lain tapi juga tidak sungkan untuk meminta pertolongan saat membutuhkan.
       7. Fleksibel. Perubahan adalah hal yang sangat mungkin terjadi dalam tim dan seorang team player mesti bisa menyesuaikan diri dan tidak gampang goyang karena perubahan yang terjadi. Anda diharapkan selalu bisa melihat persoalan dari berbagai sisi pandang dan bisa berkompromi saat diperlukan. Mungkin saja Anda tipe orang yang berpendirian keras. Hal itu tak menjadi masalah sepanjang Anda tidak defensive dan bisa melihat gagasan yang lebih baik dari orang lain.
        8. Problem Solver. Namanya masalah, pastilah biasa dihadapi dalam sebuah tim. Bagaimana pun itu esensi dari sebuah tim bukan? Menyelesaikan masalah bersama-sama sehingga lebih ringan. Nah, kalau Anda cenderung suka menghindar dari masalah, berarti Anda tidak cocok berada dalam sebuah tim.
         9. Respek. Sikap menghargai dan supportive sangat diperlukan untuk sukses dalam tim. Orang yang punya kecenderungan egois dan menganggap dirinya hebat tak akan disukai dan sulit diterima. Anda dituntut untuk memperlihatkan sikap pengertian, pemahaman dan bisa memberikan dukungan yang tepat saat dibutuhkan. Juga memiliki selera humor yang baik, tahu kapan harus bersenang-senang, tapi tidak suka bersenang-senang di atas penderitaan orang lain.
        10. Punya Komitmen. Integritas Anda tidak diragukan, Anda memiliki kepedulian tinggi pada pekerjaan, pada anggota tim dan tujuan bersama. Komitmen ini ditunjukkan secara konsisten. Sebagai pribadi dan rekan kerja Anda bisa dipercaya, bisa diandalkan dan selalu memberikan kontribusi yang terbaik. Sukses tim menjadi motivasi yang utama dan sebagai anggota tim Anda senang menjadi bagian dari sukses itu.

Sumber : Tipsanda.com

Jumat, 18 November 2011


PENYAKIT DATANG
AKIBAT CUACA
Saat ini desaku musim hujan perubahan cuaca yang membuat desaku menjadi tempat yang subur bagi perkembangan penyakit,contohnya batuk, flu, demam/panas, bahkan demam berdarah……penyakit ini dikarenakan dengan keadaan cuaca yang sering hujan.Dan tempat yang kumuh tidak karena tidak bisa menjaga kebersihan dapat menyebabkan munculnya penyakit.
Yang sering terjadi penyakit didesaku yaitu demam/panas disebabkan karena kehujanan,lingkungan kotor dan pengaruh makananyang dikonsumsi.Perubahan cuaca dapat mempengaruhi ekosistem alam yang makin menguntungkan kelangsungan hidup.
Heeeemmmm……..manusia perlu waspada terhadap perubahan cuaca dan penyakit.Warga didesaku mengupayakan agar lingkungan disekitar harus bersih dan tak ada satupun sampah yang menyebabkan munculnya penyakit dan juga mengupayakan hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.
Aku tak ingin terkena penyakit,maka dari itu aku berupaya untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih dan tidak terkena penyakitcontohnya : plastic yang kehujanan dan tergenang air didalamnya,aku timbun ditanah,hal itu untuk menanggulangi penyakit.
Dan dengan cuaca seperti ini harus siap paying sebelum hujan untuk melindungi bkepala agar tidak kehujanan.Tetapi syukurilah dengan adanya musim hujan.

Senin, 14 November 2011


KEKAYAAN
DIDESAKUUUUU…….
Desaku adalah desa yang mempunyai kekayaan yang melimpah yang dapat dinikmati dan digunakan manusia.Kekayaan bukan berari uangyang melimpah tetapi juga dapat berupa pagan atau hasil pertanian manusia, namun kekayaan itu merupakan kebutuhan manusia yaitu hasil dari pertanian.
Di desaku saat ini musim pertanianh atau bertanam disawah para petani didesaku berlomba-lomba untuk bertanam.Mulai dari esok hari hingga terbenam matahari para petani pun berusaha mengerjakan sawahnya dengan hasil yang baik,dengan menanam tanaman yang mereka inginkan,dan bila musim panen tiba.Para petani sangat senag dengan hasil panennya karena sangat memuaskan.
Hasil panen itu dijadikan sebagai uang.Panen tersebut diimpor atau bisa juga dijual dipasaran bahkan diimpor hingga luar kota,maka akan menghasilkan uang yang cukup banyak, sehingga para petani dapat menikmati dengan cara apapun sebagaimana kemauan para petani itu sendiri,bila ingin menghasilkan uang iiiaaa…..dijual hasil panennya dan jika ingin dikelola maka disimpan sendiri.
Desa Kajar yang permai,Letaknya di Gunungkidul,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

Sabtu, 29 Oktober 2011

WAYANG KULIT

        Wayang kulit merupakan kesenian tradisional yang sudah berusia ratusan tahun.Dalam pertunjukan wayang kulit, penonton dapat menyaksikan dari arah belakang.Dari belakang,penonton akan melihat bayang-bayang wayang dalam kelir ( tirai kain putih untuk menangkap bayangan wayang kulit). bayang-bayang inilah yang mungkin menjadi cikal bakal lahirnya istilah wayang yang berarti bayang-bayang.Dapat ditafsirkan bahwa cerita dalam pewayangan mencerminkan bayang-bayang kehidupan manusia di dunia.
         Wayang kulit gaya Yogyakarta mempunyai tampiloan fisik yang berbeda dengan wayang dari daerah lain. Perbedaannya terletak pada beberapa hal : wayang gaya yogyakarta terkesan dinamis atau terlihat bergerak, ditandai dengan tampilan posisi kaki yang melengkang lebar seperti orang yang sedang melangkah tampilan bentuk luarnya lebih tambun dan tidak terkesan kurus.
         Untuk mengetahui wayang gaya Yogyakarta,ditentukan dari jenis mata wayang.Bentuk hidung wayang,mulut wayang,bentuk mahkota,jenis pemakaian kain dan posisi kaki, serta atribut lainnya merupakan beberapa atribut yang perlu diperhatikan untuk mengenal wayang yogyakarta.

Jumat, 28 Oktober 2011


BAHAN  TAMBANG DAN GALIAN
Bahan tambang yang banyak terdapat di Yogyakarta adalah batu gamping sebagai bahan dasar pembuatan semen. Batu gamping banyak tersebar di wilayah Lendah,Sentolo,Pengasih,Girimulyo, dan Samigaluh,Kulon progo.Untuk wilayah Gunung kidul, batu gamping merata dari wilayah Parangtritis sampai Wonosari.Secara tradisional, batu gamping diolah untuk bahan campuran materiel bangunan rumah.Lempung dan pasir kwarsa sebagai bahan sekunder pembuatan semen juga banyak di temukan di Kulon progo. Di daerah Bantul lempung dibuat gerabah bernilai seni tinggi terutama daerah kasongan dan panjang rejo.
Bahan tambang yang menjadi primadona di wilayah Gunungkidul adalah batu paras.Batu ini berguna sebagai bahan pembuatan berbagai bentuk patung dan perhiasan bangunan. Setiap hari, ribuan kubik batu paras atau batu pasir diangkut keluar dari Gunung kidul dan Bantul.
Batu andesit yang banyak terbenam di lereng Gunung Merapi merupakan bahan ubin. Pasar penjualannya merambah hingga Eropa. Masyarakat menggunakan batu andesit ini untuk bahan bangunan. Di Magelang batu ini dijadikan bahan pembuatan patung Buddha.
Pasir besi yang terdapatdi sepanjang Pantai Glagah merupakan bahan tambang yang bernilai ekonomi cukup tinggi.Pasir putih di sepanjang pantai  krakal adalah bahan galian yang berfungsi sebagai penjaga ekosistem pesisir. Di wilayah Sleman setiap harinya ada ratusan truk yang hilir mudik mengangkut pasir.Endapan materiel vulkanik berupa pasir dan batu erupsi tahun 2006 yang tertampung di sepanjang hulu sungai gendol di perkirakan tidak habis di gali dalam waktu 30 tahun.

Jumat, 21 Oktober 2011

BALET

    
    Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi: tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun nyanyian). Balet dapat ditampilkan sendiri atau sebagai bagian dari sebuah opera. Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi. Teknik balet banyak yang mirip dengan teknik anggar, barangkali karena keduanya mulai berkembang dalam periode yang sama, dan juga karena keduanya membutuhkan teknik keseimbangan dan pergerakan yang mirip.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balli yang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet). Pada tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat utama berkembangnya tari balet.
     Balet berakar pada acara pertemuan para ningrat Italia di masa pencerahan. Selanjutnya, balet dikembangkan dalam ballet de cour, yaitu dansa sosial yang dilakukan bersama musik, pidato, berpuisi, nyanyian, dekor, dan kostum oleh para ningrat Prancis. Balet kemudian berkembang sebagai bentukan seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja Louise XIV yang sangat mencintai seni tari dan bertekad untuk memajukan kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale de Danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya Jean-Baptist Lully ditampilkan. Bentuk balet awal berupa sebuah seni panggung di mana adegan-adegannya berupa tarian. Lully lalu mendalami balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat.
Abad ke-18 merupakan periode di mana standar teknis balet menjadi sangat maju. Pada masa ini pula balet menjadi bentukan seni drama yang serius dan setara dengan opera. Kemajuan ini disebabkan oleh karya penting dari Jean-Georges Noverre yang berjudul Lettres sur la danse et les ballets (1760), yang merintis berkembangnya ballet d'action di mana penari diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita. Musik balet itu sendiri berkembang sangat pesat pada masa itu oleh komponis seperti Christopher Gluck. Pada akhir masa itu, opera menjadi terbagi tiga teknik formal yaitu sérieux, demi-caractère dan comique, dan balet turut menjadi bagian di dalam opera sebagai pengantar adegan yang diistilahkan sebagai divertissements.
Abad ke-19 merupakan periode di mana banyak terjadi perubahan sosial. Perubahan ini juga tercermin dalam balet, yang bergeser jauh dari bentukan seni yang sangat ningrat (Balet romantik). Ballerina seperti Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work yang menyebabkan peran ballerina (penari balet wanita) menjadi sangat penting di atas panggung. Sementara itu, para librettist profesional mulai memasukkan cerita dalam balet, dan guru balet seperti Carlo Blasis mengkodifikasi teknik balet sehingga menjadi teknik dasar yang masih digunakan hingga sekarang. Balet mengalami penurunan pamor setelah 1850 di kebanyakan negara barat selain Denmark dan Rusia (berkat para master seperti August Bournonville, Jules Perrot, dan Marius Petipa). Sanggar balet Rusia, terutama setelah Perang Dunia II, banyak melakukan tur keliling dunia sehingga menjaga balet tetap hidup di dunia dan banyak dikenal oleh masyarakat umum.

Sabtu, 15 Oktober 2011

KEBIASAAN MEMBUANG SAMPAH


DI tempat-tempat tertentu untuk umum seperti rumah sakit, stasiun, perbankan, kampus, sekolah, taman, pusat perbelanjaan atau tempat lainnya pasti ada menemukan gambar tempat sampah atau keranjang sampah dan dibawah gambar ada tempat sampahnya atau gambar itu langsung melekat di keranjang sampah (yang berarti tempat membuang sampah). Akan tetapi, selain berupa gambar ada juga yang berupa tulisan kalimat, seperti "Dilarang Buang Sampah Sembarangan", "Jangan Buang Sampah Sembarangan !" atau "Buanglah Sampah pada Tempatnya".
Sampah, yang dalam kamus bahasa Indonesia didefenisikan sebagai barang atau benda yang sudah tidak berguna, tidak terpakai lagi dan harus dibuang. Sampah juga terbagi menjadi sampah padat, sampah cair dan sampah kering. Sampah padat contohnya besi, kaleng dan benda padat lainnya, sampah kering berupa plastik, kertas, dan yang lainnya. Sementara sampah basah berupa limbah rumah tangga, sisa makanan dan yang lainnya. Dalam proses pencernaan di dalam tubuh manusia pun ada yang namanya sampah dan harus dibuang dalam bentuk kotoran. Bagaimana rasanya kalau sampah di dalam tubuh manusia tidak dibuang (BAB tidak lancar) -

Sama halnya dengan sampah rumah tangga, jika ditumpuk beberapa hari dan tidak segera diangkat akan menimbulkan aroma tidak sedap. Biasanya, serangga seperti lalat dan nyamuk sangat senang bercokol di tumpukan sampah seperti ini apalagi sudah menimbulkan bau busuk. Lalat akan sangat cepat berkembang biak dengan tersedianya bahan makanan. Kalau dibiarkan berlarut-larut, lalat akan terbang kemana-mana dan hinggap di makanan yang kita makan. Apa yang akan terjadi - Mungkin akibatnya tidak langsung pada saat lalat hinggap di makanan yang kita makan. Perlu proses beberapa jam dan bibit penyakit yang tadi ditinggalkan lalat di dalam makanan yang kita makan akan berkembang dan menimbulkan berbagai macam gejala dan penyakit seperti mual, mencret, sakit perut dan terserang penyakit lainnya.

Sadar atau tidak sadar, kita sering lalai dalam membuang sampah. Tak perlu heran kalau Anda naik kendaraan motor atau mobil di kota Medan, masih ada pengguna jalan yang membuang sampah sembarangan. Bungkus makanan, botol air mineral atau meludah dari dalam mobil masih menjadi pemandangan yang biasa. Kesadaran pengguna jalan di kota Medan untuk membuang sampah pada tempatnya masih sangat rendah.

Kebiasaan buruk yang paling parah lagi adalah, saat mengitari beberapa jalan di kota Medan masih saja ada orang yang membuang sampah sembarangan di pinggir jalan. Kebiasaan ini sering dilakukan waktu pagi atau subuh dan malam hari saat orang-orang sudah mulai masuk rumah. Ada yang sengaja membawa sampah rumah tangga dari rumah dengan sepeda motor atau mobil dan membuang begitu saja di pinggir jalan yang agak sepi.

Padahal, di beberapa ruas jalan di kota Medan sudah ada tempat sampah (yang kebanyakan dirusak dan dicuri orang). Ada juga beberapa tempat yang selama ini sering menjadi tempat buang sampah dari orang-orang yang tak dikenal dibersihkan oleh pihak kelurahan dan dibuat plank dengan tulisan "Kawasan Ini Bukan Tempat Membuang Sampah!" atau kalimat yang agak kasar. Membaca tulisan ini kadang-kadang kita jadi miris, karena tetap saja ada orang yang membuang sampah ke tempat itu.

Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan juga menjadi salah satu kejahatan kita terhadap upaya pelestarian lingkungan. Membuang sampah dengan sembarangan akan memberi dampak tersumbatnya saluran air yang menjadi muara terjadinya banjir di beberapa kawasan, pencemaran udara, pencemaran tanah dan menimbulkan berbagai macam penyakit.

Berbicara tentang sampah, sebenarnya tidak semua sampah harus dibuang dan tidak berguna sama sekali. Ada juga beberapa jenis sampah yang masih bisa didaur ulang dan diolah menjadi pupuk kompos, sampah plastik didaur ulang menjadi pot bunga, tas, dan kerajinan tangan lainnya. Tinggal kreatifitas dari orang-orang yang menjadikan sampah menjadi rupiah.

Sejak Usia Dini

Selain masalah kemacetan lalulintas, masalah sampah juga menjadi topik penting yang harus dicari pemecahannya terutama di kota-kota besar. Bayangkan jika di kota itu ada tinggal sekitar 20 ribu keluarga. Di mana setiap harinya satu keluarga menghasilkan 1 kilogram sampah, berarti dalam satu hari saja ada 20 ribu kilogram (20 ton) sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Jika dibiarkan dua sampai tiga hari, berarti ada 60 ton sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) atau sebagian dari sampah menumpuk di tong sampah rumah tangga.

Di beberapa negara di dunia, ada kebijakan agar warganya benar-benar dalam memilah sampah kering dan sampah basah. Kalau sampahnya tidak dipilah dengan benar, petugas tidak akan mengangkat sampah itu. Kebijakan ini dibuat untuk membiasakan warganya disiplin dalam membuang sampah. Karena, sampah yang diangkut petugas nantinya akan ditumpuk di suatu tempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan dan sampah basah diolah menjadi kompos atau pupuk organik.

Mengolah sampah menjadi pupuk organik adalah salah satu upaya kita menjaga kelestarian alam terutama menjaga kesuburan tanah (back to nature). Kebiasaan menggunakan pupuk kimia sudah saatnya ditinggalkan dan mulai beralih menggunakan pupuk organik. Karena, pupuk yang digunakan kebanyakan petani mengandung unsur nitrogen,
@ yang kemudian berubah menjadi N2O yang menimbulkan efek GRK (Gas Rumah Kaca) 320 kali lebih besar dari pada CO2. Segera beralih ke pertanian organik.

Itu sebabnya, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari anak-anak usia dini, mengajari mereka akan arti pentingnya hidup bersih, menjaga kelestarian alam dari kerusakan dan mencintai lingkungan sekitarnya. Selain kesadaran dan kebiasaan yang telah dipupuk sejak kecil, diharapkan setelah mereka semakin dewasa akan mengerti akan arti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sampai hari ini, beberapa negara di dunia selalu menyerukan agar semua masyarakat memiliki kepedulian dan mengurangi dampak pemanasan global. Antara lain dengan membuang sampah pada tempatnya, membatasi penggunaan kertas (dimana setiap kali kita menggunakan kertas berarti akan ada pohon yang ditebang untuk memproduksi kertas yang kita gunakan). Mengurangi penggunaan kantong plastik dan memulai kebiasaan hidup dengan sederhana (meninggalkan pola hidup konsumtif).

Seperti disampaikan di atas, kebiasaan membuang sampah sembarangan jika diwariskan ke anak cucu kita, berarti kebiasaan yang salah tersebut akan semakin sulit untuk diperbaiki di kemudian hari. Akan tetapi, apabila kebiasaan yang benar membuang sampah pada tempatnya kita wariskan kepada anak cucu kita, maka suatu saat nanti mereka akan memiliki kepekaan dan kepedulian dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Upaya-upaya menanamkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya juga harus didukung oleh semua pihak. Misalnya, tempat-tempat umum agar menyediakan tempat buang sampah, kawasan bebas asap rokok agar puntung rokok tidak dibuang sembarangan.

Pemerintah pun dalam hal ini harus memiliki kepedulian dengan menempatkan tong-tong sampah di beberapa ruas jalan. Penempatan tong sampah di beberapa ruas jalan di kota Medan memang menjadi satu dilema yang berkepanjangan. Dimana tong sampah yang ada di beberapa ruas jalan dirusak oleh masyarakat, dicuri dan tidak difungsikan.

Masyarakat kota Medan masih banyak yang tidak perduli dengan masalah kebersihan kota. Membuang sampah dari dalam mobil masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat pengguna jalan di kota Medan. Ada harapan, dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan seseorang berarti akan semakin meningkatlah kesadarannya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Semoga !!!